-->

Penting, Juknis PPG DJ Kemenag Tahun 2021

 Inilah Juknis PPG DJ Kemenag Tahun 2021

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Sahabat Tenaga pendidik yang berbahagia alhamdulillah sudah ada titik terang terkait dengan pelaksanaan PPG Dalam Jabatan Tahun 2021 Kemenag yang sempat beberapa tahun kemarin tertunda karena adanya Pandemi Covid-19. Walaupun Pandemi masih saja namun Alhamdulillah Pemerintah mulai berpihak dengan melaksanakan PPG DJ dengan Daring. Dengan adanya Pandemi yang masih menghantui tentunya ada keuntungan dan kerugian tersendiri. Seperti yang tadinya ditempatkan jauh dari domisili sekarang bisa dilaksanakan dirumah via Daring. 

Kali ini admin Andikabm.com akan berbagi tentang Juknis PPG DJ Kemenag Tahun 2021 dan seputar informasi penting tentang persiapan dan pelaksanaan Program Profesi Guru Dalam Jabatan ( PPG DJ ) Kemenag Tahun 2021. 



Juknis PPG DJ Kemenag Tahun 2021 - Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 5 Ayat (1) menyatakan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Oleh karena itu, kembali ditegaskan dalam Pasal 4 bahwa pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.

Dalam konteks itu diperlukan guru-guru yang berfungsi sebagai pendidik profesional yang disiapkan, ditugasi, dan dibina juga secara profesional. Untuk itu maka program Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan harus disiapkan dengan baik untuk memastikan terpenuhinya standar mutu pendidikan nasional, di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Juknis PPG DJ Kemenag Tahun 2021- Tahun 2005 merupakan tonggak sejarah penghargaan dan perlindungan terhadap profesi guru. Pada tahun itu Pemerintah mengesahkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD). Dalam undang-undang ini dinyatakan bahwa guru adalah suatu profesi. UUGD Pasal 1 ayat (1) dinyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Pelaksanaan Sertifikasi Guru merupakan salah satu wujud implementasi dari Undangundang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Tahun 2017 merupakan tahun kesepuluh pelaksanaan sertifikasi guru yang melalui Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG) telah dilaksanakan sejak tahun 2007 dan kemudian pada tahun 2018 pertama kali pelaksanaan sertifiksi guru melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) termasuk kloter pertama bagi admin. Perbaikan penyelenggaraan sertifikasi guru terus dilakukan dari tahun ke tahun untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dengan mempertimbangan kondisi geografis dan sosial kultural di seluruh tanah air Indonesia. Terutama dalam kondisi saat ini yang masih dalam keadaan Pandemi. 

Dalam upaya untuk memperoleh sertifikasi guru khususnya untuk guru dalam jabatan, telah diatur di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008, tentang Guru, yang pada Pasal 12 ayat (1) menyatakan bahwa: “Guru dalam Jabatan yang telah memiliki Kualifikasi Akademik S-1 atau D-IV dapat langsung mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh Sertifikat Pendidik.” Namun aturan ini telah dihapus melalui Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 Pasal 66 ayat (1) yang menyatakan bahwa: “Bagi Guru Dalam Jabatan yang diangkat sampai dengan akhir tahun 2015 dan sudah  memiliki kualifikasi akademik S-l/D-IV tetapi belum memperoleh Sertifikat Pendidik dapat memperoleh Sertifikat Pendidik melalui Pendidikan Profesi Guru”.

Pelaksanaan sertifikasi guru melalui PPG dalam Jabatan, dimulai dengan publikasi data calon mahasiswa sertifikasi guru yang sudah diverifikasi dan memenuhi persyaratan. Agar seluruh pihak yang terkait dengan pelaksanaan sertifikasi guru mempunyai pemahaman yang sama tentang teknis penetapan peserta sertifikasi guru, maka perlu disusun Petunjuk Teknis Penetapan Peserta PPG dalam Jabatan bagi guru yang mengakomodasi karakteristik berbagai daerah dengan tetap berpijak pada kebijakan dan kerangka dasar yang berlaku secara nasional.

Adapun Tujuan Juknis PPG Tahun 2021

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan ini disusun dengan tujuan untuk melaksanakan Sertifikasi Guru dalam Jabatan melalui pendidikan profesi guru. Selain itu, petunjuk teknis ini juga diharapkan mampu memberikan acuan kepada instansi terkait penyelenggaraan sertifikasi guru, yaitu Perguruan Tinggi Penyelenggara PPG dalam Jabatan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, madrasah, guru calon peserta PPG dalam Jabatan, dan pihak-pihak lain yang terkait.

Ruang Lingkup Juknis PPG Tahun 2021

Yang menjadi Ruang Lingkup Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan ini adalah berlaku bagi semua guru binaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, meliputi Guru Madrasah dan Guru Pendidikan Agama Islam pada Sekolah. Data guruguru dimaksud terdaftar melalui Sistem Informasi dan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan (SIMPATIKA) dan Sistem Informasi dan Administrasi Guru Agama (SIAGA).


Kepesertaan 

Ketentuan umum peserta yang akan menjadi calon mahasiswa PPG dalam Jabatan (PPG Daljab)  sebagaimana tercantum di dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 745 Tahun 2020 tentang Pedoman Pendidikan Profesi Guru di Lingkungan Kementerian Agama. Di dalam bagian ini, persyaratan mahasiswa PPG Daljab diuraikan dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Syarat 
  • Terdaftar dalam database SIMPATIKA dan SIAGA;
  • Mahasiswa PPG Daljab adalah Guru yang diangkat sampai dengan 31 Desember 2015 (sesuai ketentuan dalam Pasal 66 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Guru);
  • Memiliki kualifikasi akademik minimal S-1/D-IV dari perguruan tinggi yang terakreditasi;
  • Memiliki NUPTK dan/atau NPK (bagi guru madrasah);
  • Usia saat mendaftar paling tinggi 58 tahun;
  • Guru dinyatakan lulus seleksi akademik atau ditentukan melalui mekanisme yang lain.
  • Mahasiswa PPG Daljab tahun 2021 ditentukan berdasarkan skala prioritas berikut:
  1. Guru yang tidak lulus program PLPG pada tahun 2017; 
  2. Lulus seleksi akademik PPG 2018 tetapi belum masuk kuota PPG; 
  3. Jika kuota belum tercukupi, maka dapat diambilkan dari guru hasil seleksi akademik pada tahun  2019 dengan ketentuan: 
  • Memiliki nilai tertinggi hasil seleksi akademik; 
  • Usia dari calon peserta sertifikasi guru diurutkan dari yang tertua; dan/atau 
  • Memiliki masa kerja (pengalaman mengajar) lebih lama dan pangkat/golongan yang dimiliki guru saat dicalonkan.
    4. Guru yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah dan pembiayaannya bersumber dari Anggaran                  Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)

2. Mekanisme Pendaftaran 

  • Guru yang memenuhi persyaratan melakukan pendaftaran secara mandiri melalui akunnya masing-masing pada aplikasi yang disediakan dengan mengunggah dokumen yang ditentukan dan memilih LPTK penyelenggara PPG Daljab. 
  • Data akan diverifikasi dan validasi oleh sistem sesuai ketentuan yang ditetapkan. 
  • Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan/atau Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi melakukan verifikasi atas ajuan PPG Daljab yang diajukan oleh guru. 
  • Guru yang memenuhi kriteria ditetapkan sebagai calon mahasiswa PPG Daljab melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam. 
  • Guru yang ditetapkan dalam lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam akan mendapatkan pemberitahuan melalui akun guru masing-masing. 
  • Peserta PPG Daljab Tahun 2021 ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam. 
3. Daftar Ulang Mahasiswa PPG dalam Jabatan 

  • Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengumumkan guru yang memenuhi persyaratan sebagai calon mahasiswa PPG Daljab Tahun 2021. 
  • Mahasiswa PPG Daljab Tahun 2021 yang dinyatakan sebagai calon mahasiswa wajib melakukan daftar ulang dan kesediaan menjadi mahasiswa PPG Daljab 
  • Tahun 2021 dengan melakukan tahapan sebagai berikut: 
          1) Menandatatangani Pakta Integritas bermaterai Rp 10.000,-;
          2) Mengunggah Pakta Integritas tersebut ke aplikasi SIMPATIKA atau SIAGA. 
  • Direktorat Jenderal melakukan publikasi peserta PPG Daljab Tahun 2021 yang dinyatakan memenuhi syarat berdasarkan proses verifikasi dalam SIMPATIKA dan/atau SIAGA. 
  • Data Peserta PPG Daljab Tahun 2021 yang sudah terverifikasi dan memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada huruf c diintegrasikan ke dalam platform Learning Management System (LMS) PPG yang ditetapkan oleh Kementerian Agama. Selanjutnya mahasiswa PPG Daljab Tahun 2021 akan menerima akun untuk mengakses LMS yang dimaksud. 
  • Khusus Peserta PPG Daljab Tahun 2021 (mata pelajaran umum) akan menggunakan platform Learning Management System (LMS) PPG yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 
  • Mahasiswa yang sudah terdaftar dalam LMS PPG Daljab Tahun 2021 melakukan registrasi untuk pemilihan LPTK dan Kelas Program Studi. 
4. Penyiapan Berkas Peserta PPG dalam Jabatan 

Setiap Mahasiwa PPG Daljab Tahun 2021 wajib mengirimkan berkas ke LPTK untuk dilakukan verifikasi dan validasi akhir. Penyampaian berkas ke LPTK dapat dilakukan dalam bentuk dokumen hardcopy maupun softcopy. Adapun berkas pendukung yang harus dilengkapi sebagai berikut:

  1. Pindai ijazah asli atau fotokopi ijazah S-1/D-IV yang telah dilegalisasi oleh perguruan tinggi yang mengeluarkan ijazah/kopertis/kopertais sesuai dengan kewenangannya; 
  2. Pindai SK pembagian tugas mengajar dari kepala madrasah/sekolah 2 (dua) tahun terakhir dilegalisasi oleh kepala madrasah/sekolah; 
  3. Pakta Integritas dari calon peserta bahwa dokumen yang diserahkan dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya dan kesanggupan untuk mengikuti pelaksanaan PPG dari awal sampai akhir, sebagaimana Lampiran 3; 
  4. Surat penyetaraan dari Kemenristekdikti atau Direktorat Jenderal Pendidikan Islam bagi peserta yang memiliki ijazah S-1 dari luar negeri; 
  5. Surat keterangan sehat dari dokter pemerintah; dan 
  6. Pas foto berwarna terbaru ukuran 3cm x 4cm sebanyak 4 (empat) lembar berlatar belakang warna merah.
Jika LPTK menemukan tidak terpenuhinya persyaratan pada berkas yang dikirimkan, maka LPTK dapat membatalkan kepesertaan sebagai mahasiswa PPG Daljab Tahun 2021. LPTK wajib melaporkan data peserta yang dibatalkan dilengkapi dengan penyebabnya ke Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. 

Sebenarnya masih banyak lagi penjelasan terkait Juknis PPG DJ Kemenag Tahun 2021 yang lumayan berbeda dengan tahun-tahun yang sudah, Karena terlalu banyak dan supaya dapat lebih jelas lagi Bapak/Ibu Guru fahami maka file lengkap Juknis PPG Dalam Jabatan Kemenag Tahun 2021 bisa DOWNLOAD DISINI 

Demikian informasi yang dapat admin bagikan semoga bisa menambah wawasan kita sebagai calon peserta PPG DJ Tahun 2021 dan dapat dipersiapkan sebelum batas yang ditentukan. Sebagai harapan dan permohonan kita semua semoga Bapak/Ibu Guru semua masu dalam persyaratan menjadi peserta PPG DJ Tahun 2021 dan mendapatkan kelulusan sesuai yang diharapkan, Amiin.

Terimakasih atas kunjungannya dan kami ucapkan terimakasih, Tetap kunjungi Blog Andikabm.com yang selalu update info-info seputar Pendidikan dan informasi lainnya yang bermanfaat.  Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Artikel Terkait

2 komentar

  1. Unknown
    Saya mau tanya, bisa bantu carikan link UINSA surabaya?... Kena kami masih belum bisa unggah berkas sejak kemarin
    • AndikaBM
      Semoga malam hari ini bisa kelar
  1. Untuk menyisipkan sebuah kode gunakan <i rel="pre">code_here</i>
  2. Untuk menyisipkan sebuah quote gunakan <b rel="quote">your_qoute</b>
  3. Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image">url_image_here</i>